Tag: prosedur pembedahan prostatektomi

Apakah Saya Seorang Calon Untuk Tindak Bedah Kanker Prostat Pengimbangan Saraf (Nerve-Sparing), Dan Bagaimana Kemungkinan Usaha Ini Dapat Mencegah Disfungsi Ereksi Atau Impoten?

59

Ada beberapa jenis prosedur bedah kanker prostat yang dilakukan; prosedur bedah ini dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi kanker prostat yang belum menyebar pada jaringan lain di sekitar kelenjar prostat. Salah satu pilihan tindakan bedah kanker prostat adalah dengan prostatektomi radikal; prosedur ini dilakukan untuk mengangkat jaringan sel kanker pada kelenjar prostat. Dalam banyak kasus. Seluruh kelenjar prostat dan juga jaringan di sekitar kelenjar prostat seperti vesikula seminalis juga akan diangkat guna menghilangkan sel kanker yang ada.

Prosedur bedah prostatektomi dilakukan dengan menggunakan irisan pada bagian kulit guna mencapai kelenjar prostat dimana sel kanker telah tumbuh. Dalam setiap prosedur pembedahan prostatektomi maka dokter bedah akan selalu berusaha menghindari pengangkatan sel syaraf. Prosedur inilah yang idsebut nerve-sparing atau pengimbangan saraf. Namun jika jaringan sel kanker juga meliputi bagian dari sel saraf maka tindakan mengangkat sel saraf menjadi tidak dapat dihindari untuk memaksimalkan peluang tidak tumbuhnya kembali sel kanker di jaringan kelenjar prostat. Meskipun saraf berhasil diselamatkan dari prosedur prostatektomi yang dilakukan; kebanyakan pasien akan memerlukan waktu beberapa waku untuk untuk mendapatkan kembali kemampuan untuk melakukan ereksi.

Selengkapnya klik Pengobatan Kanker Prostat.

250Secara medis dan logika; keberhasilan melakukan tindakan pengimbangan saraf atau nerve sparing pada prosedur prostatektomi yang dilakukan akan mengurangi resiko pasien mengalami impotensi atau disfungsi ereksi. Namun perlu juga diketahui bahwa setiap prosedur prostatektomi atau pembedahan kanker prostat akan selalu membawa resiko impotensi ataupun disfungsi ereksi pada pasien. Diangkatnya atau terpotongnya jaringan saraf pada tindakan bedah kanker prostat merupakan penyebab utama terjadinya impotensi atau disfungsi ereksi yang dialami oleh pasien. Jaringan saraf yang terpotong akan mengakibatkan ketidakmampuan menyalurkan rangsangan ataupun melakukan kontrol terkait kontraksi otot dan aliran darah pada penis ketika terjadi ereksi.

Tindakan pengimbangan saraf atau nerve sparing merupakan tindakan dalam prosedur bedah kanker prostat yang dimaksudkan untuk menurunkan resiko pasien mengalami impotensi ataupun disfungsi ereksi. Namun resiko terjadinya impotensi ataupun disfungsi ereksi setelah seseorang mendapat kanker prostat dan menjalani tindakan bedah untuk mengangkat sel kanker tidak hanya terjadi karena saraf yang terpotong. Ketidakseimbangan hormon akibat kemunculan sel kanker prostat ataupun efek samping dari terapi hormon yang dimaksudkan untuk menekan produksi hormon androgen serta testosteron dapat mengakibatkan gangguan fungsi ereksi. Hal ini menyebabkan resiko terjadinya impotensi ataupun disfungsi ereksi pada pasien yang menderita kanker prostat cukup tinggi. Baik itu bagi pasien yang menjalani prosedur prostatektomi atau tindakan bedah kanker prostat ataupun pasien yang hanya membutuhkan terapi hormon dan terapi radiasi untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker yang ada.

Baca pengalaman mereka yang berhasil lolos dari kanker prostat klik Pengalaman Mengatasi Kanker Prostat.